Jumat, 12 Oktober 2012

Status dan kemerdekaan

Hanya terkadang aku kasihan dengan dirinya.
Kemerdekaan yang ia rasakan hanyalah kemerdekaan semu, ya, kemerdekaan semu, dia melakukan ini dan itu bukan pilihannya hanya terpaksa. Walaupun hingga saat ini belum pernah aku menemukan dan memaknai bagaimana kemerdekaan yang hakiki itu. seperti apa dan bagaimana aku pun belum tahu.
Kelihatannya saja ia bebas lepas, terbang melayang kesana kemari. namun, tak pernah ia bisa menentukan kemana arah yang ia tuju, apa yang ia cari pun ia tak tahu.
Ia hanya mengikuti naluri, naluri orang yang terpenjara kemerdekaannya, terpenjara oleh aturan-aturan semua yang tak masuk akal. semoga saja kelak ia bisa menari dengan indah dengan kebebasan layaknya ia sebagai manusia seutuhnya, bukan mesin penghasil keturunan, atau mesin menaikkan prestise,,, semoga..

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Categories

Pengikut